What?
You never loved me!
Married just about trust
Married just about
Semua kekurangan kita terima
We just need to communicate not ending it
Bukannya nyesal
Fix it!
You don’t love me!
You never did!
| Percayalah, Ini Hanya Pemanis Belaka. |
Kurang lebih begitulah kata – kata terkahir yang diucapkan Farah untuk
Bastian. Bulan madu yang seharusnya berjalan dengan manis malah di akhiri
dengan pertengkaran hebat yang akhirnya berakibat fatal terhadap hubungan
mereka. Ini merupakan web series yang gue tonton sekitar satu minggu
yang lalu dengan judul “Yakin Nikah”. Web series ini disponsori oleh JBL
Indonesia dan disutradarai oleh Wisnu Ardiyanto. Series ini terdiri dari
lima episode yang menceritakan perjalan bulan madu antara Farah dan
Bastian. Sama dengan para pasangan baru lainnya, Farah dan Bastian pun
berharap perjalanan kali ini akan berjalan indah dan semanis madu. Namun
selama perjalanan banyak hal – hal yang terjadi diluar dugaan keduanya.
Apakah semua kisah ini akan tetap semanis madu? Well di kesempatan
kali ini gue ga akan ngereview film ini karena gue bukan professional movie
criticus. Tapi gue akan nge-share beberapa hal yang menurut gue make sense
di film ini dan bisa jadi pelajaran untuk kedepannya.
2019 sudah di ujung mata, hastag #2019GantiStatus sudah mulai bermunculan.
Usia gue yang akan menginjak ¼ abad di tahun mendatang, sudah semestinya
mulai memikirkan “masa depan”. Beberapa undangan dari teman sabaya sudah
mulai berdatangan hingga munculnya pertanyaan dari orang - orang sekitar yang
mulai menanyakan “Siapa nih calonnya? Orang mana?” dan pertanyan cliché lainnya. Gue masih beranggapan kalau gue terlalu muda dan belum
siap untuk memimpin sebuah rumah tangga.
But I live in a very conservative family that I know they put so much hope on me to do so
. Hidup memang se lucu itu ketika kita di kontrol oleh lingkungan bukan
diri kita sendiri.
Back to the topic
, setelah menyaksikan series ini yang menurut gue pribadi secara jalan
cerita sangat make sense dengan kehidupan dan lebih rasional dari
drama – drama lainnya. I love drama but it more reasonable to watched. Dan gue pribadi
mulai memikirkan beberapa hal yang akan terjadi ketika nanti gue menikah.
Dan apakah gue siap untuk mengahadapi itu semua for the rest of my life?
Gue sering banget mendengar lelucon pernikahan “Cinta mah cuma nyampe anak
pertama!” yang bisa di artikan jika manisnya pernikahan itu cuma akan
dinikmati sampai hadirnya anak pertama. Setelah itu? Akan banyak faktor penentu yang bermunculan seperti finansial, status sosial, kondisi fisik dan lain
sebagainya. Gue ga tau sih ini bener atau ga karena gue juga belum pernah
menikah. But after I watch this series I am trying to figure it out yang
kemungkinan jokes ini ada benarnya juga.
You will live together for the rest of your life, how could you love
the same person with the same feeling every day?
Dengan semua masalah hidup yang akan hadir apakah masih bertahan jika hanya
dengan sebuah cinta?
Menghabiskan sisa hidup dengan satu orang hingga maut memisahkan. Well, pacaran aja yang ga ketemu setiap hari masih sering berantem
dan berselisih paham apalagi dengan hidup bersama di bawah satu atap. Hal
lain yang bisa gue petik dari series ini adalah tentang pentingnya sebuah
kepercayaan. Bagaimana Bastian cemburu terhadap Farah yang tidak sengaja
bertemu dengan mantannya ditengah perjalan bulan madu mereka membuat gue
sadar bahwa kepercayaan sekecil ini bisa menyebabkan peperangan rumah
tangga. Pacaran aja kalau doi ketemu sama mantannya udah bikin kita panas
dingin ye gak, apalagi kalau sudah jadi istri Hahah. Itulah kenapa setiap
gue nanya pasangan yang sudah menikah mereka pasti bilang kunci utamanya
adalah kepercayaan.
And, Am I ready to give 100% trust to her if I was Bastian?
3. Complete each other
Nah ini yang gue suka dari episode pertama film ini. Mungkin agak sedikit
kontroversial ya untuk budaya di Indonesia. But, it’s my favorite part. Scene yang menurut gue cukup mind blowing ketika di pagi pertama mereka sah menjadi suami
istri Bastian masakin Farah sarapan pagi while in another part
Farah berenang and enjoy her life as a new wife. Gue suka banget
part ini karena tidak ada barriers antara Farah dan Bastian yang
dimana selama ini menjadi sebuah dogma di masyarakat Indonesia “Kalau istri
yang baik setiap pagi harus nyiapin sarapan untuk suami” atau “Dimana harga
diri lo kalau pekerjaan rumah lo yang ngerjain sementara istri lo melakukan
aktifitas lain” dan “Suaminya kemana ceu kok ga nganterin belanja dan
dibiarin ngangkat belanjaan sendiri?”. Bagi gue ketika nanti memiliki seorang istri
bukan berarti memiliki “house maid” yang akan membereskan semua pekerjaan
rumah dan mempersiapkan semua yang gue butuhkan. No, I am not a king who need to be serve in every details. Dan
menjadi seorang suami bukan berarti menjadi super hero yang bisa
melakukan apapun dan akan siap sedia kapan saja untuk sang istri.
No, she is not a fragile human being who need to be protected to keep
her alive. Not at all, we are more than that.
Bukankah terlihat mengasyikan ketika pasangan suami istri menghabiskan
minggu pagi mereka dengan memasak bersama, atau sama – sama memperbaiki
genteng yang bocor? It kinda weird for Indonesian. But I hope I will have this one.
Gue yakin setiap orang yang nonton series ini akan memilik pendapat
berbeda. Ada yang nyalahin farah karena terlalu egois dan tidak menghargai
suami atau malah memuji Bastian karena terlalu sabar menghadapi sikap
Farah. Bagi gue
it’s the real life. When you married someone you will never married a
perfect person.
Pasti ada kekurangannya. Kalau kita sudah siap untuk memilih dia sebagai
pasangan seumur hidup maka sudah seharusnya kita sadar dengan semua
konsekuensi yang akan dihadapi.
Terlalu berlebihan kalau gue ngasih pendapat terlalu banyak tentang pernikahan while gue sendiri belum pernah merasakan mahligai pernikahan. Gue
nulis artikel ini murni pandangan gue sebagai pria single dan
berharap #2019GantiStatus Hahaha. Gue respect banget jika ada
pandangan berbeda setelah kalian nonton series ini atau pendapat berbeda
dari apa yang gue tulis. Untuk sahabat – sahabat gue yang akan menikah di
tahun 2019,
welcome to the new chapter of your life. You choose him/her to be your
very best friend for the rest of your life. Enjoy it! Don’t let your
ego destroy your castle. I am so happy for you. If I am not able to
attend your special day, my pray will be upon you!
Ps: here you go YAKIN NIKAH - JBL Indonesia Web Series - Teaser
Comments
Post a Comment